Rugi Waktu Dan Biaya Hingga Ratusan Juta Karena Anak Salah Jurusan?

Itu Sebabnya Kenapa Sangat Penting Untuk Tau Bakat dan Minat Anak Agar Anak Anda Tidak Mengulangi Kesalahan Yang Dialami Oleh Anak Lainnya

Zaman sekarang pilihan profesi sudah semakin banyak. Ditambah lagi dengan perkembangan zaman sekarang, banyak juga profesi yang satu per satu mulai tereliminasi karena mulai bisa tergantikan oleh ROBOT.
Bayangkan betapa mengerikannya jika anak tidak disiapkan sejak dini, tidak dibekali dengan skill-skill terutama yang sesuai dengan potensinya dan tentunya juga dengan bidang yang memiliki prospek ke depannya. Saingannya sekarang bukan lagi dengan sesama manusia, tapi juga dengan robot AI.

Hal ini tentu mengakibatkan anak juga semakin bingung dengan banyaknya pilihan. Belum lagi kita tidak tau pasti apakah anak berbakat di bidang tersebut dan apakah akan bisa menjalani bidang yang dipilih dengan konsisten!

Mungkin di awal anak terlihat happy dan enjoy dengan pilihannya, tapi ketika menemui hambatan di bidang yang dipilih, apakah anak akan bisa tetap bertahan dengan pilihannya? Atau akan menyerah di tengah jalan karena tiba-tiba merasa 

“Ah ternyata ini bukan yang saya inginkan!”
Atau ketika anak harus memilih penjurusan, tapi bingung, akhirnya ikut teman atau masuk saja ke jurusan yang populer. Dan ternyata di tengah jalan baru sadar “Ah jadi nyesal, harusnya saya tidak pilih bidang ini, harusnya bidang yang itu saja! Kalau dari dulu pilih itu, akan lebih menyenangkan dan karir mungkin akan lebih bagus!”

Padahal belum tentu!

Dan sudah berapa banyak biaya dan waktu yang dihabiskan untuk menjalani bidang tersebut. Tapi setelah itu baru menyadari kalau pilihan itu salah.
Mungkin biaya bisa kita hitung, sudah habis berapa ratus juta, tapi waktu? TIDAK TERNILAI HARGANYA waktu yang sudah dihabiskan dan ternyata baru sadar setelah sekian lama, “eh ternyata salah jurusan”.
Belum lagi tekanan yang akan dihadapi oleh anak, karena temannya sudah mulai mandiri dan memiliki penghasilan sendiri karena sudah menjalani karir atau bisnis yang sesuai. Tapi anak Anda harus mulai lagi semuanya dari awal, harus menjalani berapa tahun lagi ke depan. Atau anak tetap di bidang tersebut, tapi menjalaninya serasa sangat menderita setiap harinya.

Apakah Anda sampai hati untuk melihat anak tercinta Anda mengalami itu semua?

Tapi kabar baiknya, Anda bisa menghindari kejadian seperti itu terjadi pada Anak Anda.
Karena Anda bisa menghindarinya dengan mengetahui Bakat Minat anak Anda.
Dengan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minat, anak akan menjalaninya dengan lebih mudah, menyenangkan, dan membawa kepuasan batin.
Selain itu, Anda dan anak Anda juga bisa MENGHEMAT WAKTU, BIAYA DAN USAHA jika anak memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan minat.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui bakat minat anak terutama semenjak mulai memasuki usia sekolah.
Tapi, terkadang orang tua pun mengalami kesalahan karena ketakutan berlebihan akan masa depan anak, sehingga menjadi terburu-buru ingin tau bakat minat anak padahal usia anak belum matang untuk tumbuh optimal. Atau orang tua menjadi membatasi anak untuk fokus 1 bidang saja sehingga bisa jadi itu justru menutup peluang sukses anak karena anak tidak diberikan kesempatan untuk bereksplorasi.
Selain itu, bakat minat anak juga bisa jadi diturunkan dari faktor genetik dan juga perpaduan dengan lingkungan. Genetik ibarat benih, lingkungan seperti tanah, pupuk, air, cahaya matahari yang menentukan apakah benih akan tumbuh subur atau tidak.
Jadi penting sekali sebagai orang tua untuk tau kapan waktu yang tepat untuk mengarahkan anak untuk mengetahui bakat dan minatnya. Dan Anda juga harus tau cara yang tepat untuk menentukan bakat dan minat anak.

Karena jika salah langkah itu justru akan menjadi semakin FATAL bagi tumbuh kembang anak ke depannya!

Oleh sebab itu, IDEPlus menyediakan solusi untuk mempermudah Anda sebagai orang tua cara mengetahui bakat minat anak dan bagaimana peranan orang tua dalam membimbing perencanaan profesi anak sesuai dengan bakat minatnya.
Saya Ingin Tau Solusinya